Laporan Praktikum Fisika - Menentukan Letak Titik Berat Benda Luasan

Minggu, 04 Juni 2017 Diposting oleh Muhammad Thomas Wildan
Laporan Praktikum Fisika - Menentukan Letak Titik Berat Benda LuasanDi sekolah saya, materi fisika sudah sampai pada bab 6, yaitu "Dinamika Rotasi, Kesetimbangan dan Titik Berat". Pada subbab "Titik Berat", guru mengajak murid-muridnya untuk melakukan praktikum mengenai cara menentukan letak titik berat suatu benda berdimensi luas. Siswa melakukan percobaan dengan menggunakan tiga benda luasan dengan bentuk yang berbeda. Sudah pasti ada praktikum, pasti bakal ada laporan. Setelah melakukan praktikum, siswa disuruh untuk membuat laporan praktikum. Inilah laporan praktikum fisika punya saya. Bagi kalian yang membutuhkan, kalian boleh kok copy laporan saya ini.



LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

MENENTUKAN LETAK TITIK BERAT BENDA LUASAN




Disusun Oleh:
Muhammad Thomas Wildan
21/XI G IPA

Guru Mata Pelajaran:
Kiswanto, S.Pd.



SMA NEGERI 1 BATANG
TAHUN AJARAN 2016/2017




A. JUDUL: Menentukan Letak Titik Berat Benda Luasan


B. TUJUAN: Siswa dapat menentukan letak titik berat benda luasan


C. LANDASAN TEORI:

Suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat mengenai suatu titik yang disebut titik berat. Benda akan seimbang ketika diletakkan di titik beratnya.

Titik berat adalah suatu titik kesetimbangan suatu benda ataupun suatu bangun baik itu panjang maupun luas dan volume. Benda ukurannya dapat diabaikan sehingga dapat digambarkan sebagai suatu titik materi, disebut partikel. Gerak yang terjadi pada partikel hanyalah gerak translasi. Gerak translasi adalah gerak yang tidak menyebabkan gerak rotasi. Oleh karena itu, satu-satunya syarat agar suatu partikel seimbang adalah resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol.

∑F = 0

Jika partikel terletak pada bidang x-y, maka suatu kesetimbangan dapat ditulis:

∑Fx = 0 (resultan pada sumbu x)

∑Fy = 0 (resultan pada sumbu y)
         

Ketika partikel seimbang, partikel itu ada dalam keadaan diam (seimbang statis) atau bergerak dengan kecepatan konstan (seimbang dinamis). Apabila ada tiga buah gaya yang seimbang, maka resultan dua buah gaya akan sama besar dan berlawanan arah dengan gaya yang lain. Hasil bagi setiap besar gaya dengan sudut sinus di seberangnya pun selalu bernilai sama.


Konsep Titik Berat

Semua benda di bumi mempunyai berat. Berat suatu benda dapat dianggap terkonsentrasi pada satu titik yang disebut pusat gravitasi atau titik berat. Pada titik berat ini gaya-gaya yang bekerja menghasilkan momen resultan sama dengan nol. Karena itulah benda yang ditumpu pada titik beratnya akan berada dalam keseimbangan statis. 

Letak titik berat dari suatu benda secara kuantitatif dapat ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut:

Rumus Titik Berat

Keterangan:

A1 = Luas Bidang 1
A2 = Luas bidang 2
x1 = Absis titik berat benda 1
x2 = Absis titik berat benda 2
y1 = Ordinat titik berat benda 1
y2 = Ordinat titik berat benda 2


1. Titik berat benda homogen berbentuk garis (satu dimensi)

Titik berat benda homogen berbentuk garis (satu dimensi)


2. Titik berat benda homogen berbentuk luasan (dua dimensi)

Titik berat benda homogen berbentuk luasan (dua dimensi)


3. Titik berat benda homogen berdimensi tiga 

Titik berat benda homogen berdimensi tiga




D. ALAT DAN BAHAN:

Benang jahit
Benang jahit
Gunting
Gunting
Paku
Paku
Beban gantung
Beban gantung




Kardus
Kardus









Pelubang kertas
Pelubang kertas



Statif
Statif























E. LANGKAH KERJA:

1. Membuat bangun luasan seperti pada gambar.

Membuat Bangun Luasan


2. Melubangi masing-masing benda dengan tiga lubang di tempat berbeda.

Melubangi masing-masing benda dengan tiga lubang di tempat berbeda


3. Mengikat paku dengan tali dan ujung benang yang lain diikat dengan beban gantung.

Mengikat paku dengan tali dan ujung benang yang lain diikat dengan beban gantung.


4. Memasukkan paku pada lubang dan membiarkan benda tergantung setimbang.

Memasukkan paku pada lubang dan membiarkan benda tergantung setimbang.


5. Menggantungkan masing-masing benda dengan memasukkan tiap-tiap lubang yang ada ke dalam paku.

Percobaan Benda A






6. Membuat garis mengikuti benang untuk masing-masing benda.

Membuat garis mengikuti benang untuk masing-masing benda. Perpotongan ketiga garis merupakan letak titik berat benda.
Perpotongan ketiga garis merupakan letak titik berat benda. 

7. Mengukur panjang x dan y.

Mengukur panjang x dan y.














F. TABEL PENGAMATAN:





G. ANALISA DATA (Perhitungan Berdasarkan Teori):


Benda A
Diketahui: 

X1 = ½ . 12
      = 6 cm
X2  = ½ . 12
       = 6 cm
Y1  = ½. 12
       = 6 cm
Y2  = 12 +  ⅓ . (18-12)
       = 14 cm
A1  = 12 . 12
       = 144 cm2
A2  = ½ . 12 . 6
       = 36 cm2



Ditanyakan:

a. ∆x
b. ∆y
c. Z(x,y)

Jawaban:

X   = (X1.A1 + X2.A2) / (A1 + A2)
      = 6 cm
Y   = (Y1.A1 + Y2.A2) / (A1 + A2)
      = 7,6 cm

a. ∆x = 0,1 cm
b. ∆y = 0,1 cm
c. Z(6; 7,6)



Benda B

Diketahui: 

X1 = ½ . 12
      = 6 cm
X2  = ½ . 12
       = 6 cm
Y1  = ½. 12
       = 6 cm
Y2  = 12 + 4r/3π
       = 14,55 cm
A1  = 12 . 12
       = 144 cm2
A2  = ½ . πr2
       = ½ . 3,14 . 62
       = 56,52 cm2


Ditanyakan:

a. ∆x
b. ∆y
c. Z(x,y)

Jawaban:

X   = (X1.A1 + X2.A2) / (A1 + A2)
      = 6 cm
Y   = (Y1.A1 + Y2.A2) / (A1 + A2)
      = 8,4 cm

a. ∆x = 0,1 cm
b. ∆y = 0,1 cm
c. Z(6; 8,4)



Benda C
Diketahui: 

X1 = X2 = X3 = 6 cm
Y1 = ⅓ . t
      = ⅓ . 6 
     = 2 cm
Y2  = ½ . 12 
       = 6 cm
Y3  = 12 +  4r/3π 
       = 14,55 cm
A1  = - (½ . 12 . 6) 
       = - 36 cm2
A2  = 12 . 12 
       = 144 cm2



A3  = ½ . πr2
      = ½ . 3,14 . 62
      = 56,52 cm2  


Ditanyakan:

a. ∆x
b. ∆y
c. Z(x,y)

Jawaban:

X   = (X1.A1 + X2.A+ X3.A3) / (A1 + A+ A3)
      = 6 cm
Y   = (Y1.A1 + Y2.A+ Y3.A3) / (A1 + A+ A3)
      = 9,8 cm

a. ∆x = 0 cm
b. ∆y = 0 cm
c. Z(6; 9,8)



H. PERTANYAAN DAN JAWABAN:

Pertanyaan: Bagaimana koordinat titik berat berdasarkan hasil percobaan dengan koordinat titik berat dari hasil perhitungan teori?

Jawaban: Koordinat titik berat berdasarkan hasil percobaan dengan hasil perhitungan teori hampir sama, hanya rata-rata salah 0,1 cm pada hasil percobaan.



I. KESIMPULAN:

Dari percobaan yang saya lakukan dapat ditarik kesimpulan, yaitu:

Titik berat adalah titik keseimbangan sempurna atau sebuah pusat distribusi berat.
Perbedaan titik secara teori dan hasil percobaan terjadi karena adanya perbedaan lubang pada kardus. 
Titik berat benda A adalah (6,1 ; 7,7) dengan kesalahan percobaan yang saya lakukan adalah 0,1 cm yang seharusnya titik berat benda A adalah (6; 7,6). 
Titik berat benda B adalah (5,9 ; 8,5) dengan kesalahan percobaan yang saya lakukan adalah sebesar 0,1 cm yang seharusnya titik berat benda B adalah (6; 8,4). 
Titik berat benda C adalah (6; 9,8) dan sudah sama dengan teori.



J. SARAN: 

Sebaiknya lebih sabar dalam melaksanakan praktikum guna memperoleh hasil praktikum yang maksimal dan benar. Selain itu, lebih baik memilih kardus yang masih bagus dan tidak rusak sehingga massa pojok kardus sama sehingga tidak mengganggu kesetimbangan kardus dan ketika memotong dan membentuk kardus jangan sampai merusak kardus.



K. REFERENSI:

http://liawijy.blogspot.com/2013/03/laporan-praktikum-titik-berat.html 
https://ululalbab31n.blogspot.co.id/2015/02/uji-letak-titik-berat.html
http://intaaanid.blogspot.co.id/2016/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://fisika2000.blogspot.com/2009/08/pusat-massa-dan-titik-berat.html 

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul : Laporan Praktikum Fisika - Menentukan Letak Titik Berat Benda Luasan
Diterbitkan Oleh : Muhammad Thomas Wildan
Jika ingin mengutip artikel ini, dimohon untuk mencantumkan link yang menuju ke artikel Laporan Praktikum Fisika - Menentukan Letak Titik Berat Benda Luasan. Terima kasih.
Label:
  1. Anonim

    Bagus laporanya, yang mau baca bisa kunjungin blog saya juga https://laporanpraktikum.id/laporan-praktikum-fisika-titik-berat/

  2. terima kasih atas infonya, izin copas buat melakukan percobaan

  3. thanks gan, lagi cari cari akhirnya ketemu

  4. Did you know there is a 12 word phrase you can tell your crush... that will induce intense emotions of love and impulsive appeal to you deep inside his heart?

    Because hidden in these 12 words is a "secret signal" that fuels a man's impulse to love, look after and guard you with his entire heart...

    12 Words Will Fuel A Man's Desire Instinct

    This impulse is so hardwired into a man's brain that it will drive him to try harder than ever before to love and admire you.

    As a matter of fact, triggering this mighty impulse is absolutely binding to achieving the best ever relationship with your man that the moment you send your man a "Secret Signal"...

    ...You'll immediately find him open his heart and soul for you in a way he haven't expressed before and he'll see you as the one and only woman in the world who has ever truly fascinated him.

  5. Izin copas yaa, terimakasih

  6. Anonim

    lawak deck deck HAHA :v

Posting Komentar

PERATURAN DALAM BERKOMENTAR:

- Berkomentarlah sesuai topik artikel yang dibahas dan tidak boleh out of topic (keluar topik).

- Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan. Gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

- Dalam berkomentar, tidak boleh saling mengejek (membully), menghina, dan menghujat satu sama lain.


- Dalam berkomentar tidak boleh mengandung unsur diskriminasi SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Karena tujuan kita di sini adalah untuk belajar bersama-sama.

- Dalam berkomentar tidak boleh mencantumkan link aktif. Hal ini dikarenakan dapat menurunkan reputasi blog Catatan Thomas di mata search engine.